Categories: obat kanker

10 ANTIBIOTIK ALAMI YANG ADA DISEKITAR KITA

BRITA10 | Penemuan dan pengembangan antibiotik telah menjadi penyelamat bagi umat manusia dan hewan. Karena sebelum antibiotik ada, banyak infeksi yang disebabkan oleh bakteri menyebabkan kematian. Apa yang dimulai sebagai infeksi ringan berkembang hingga tubuh tidak lagi bisa bertahan hidup. Setelah antibiotik ditemukan, jutaan nyawa diselamatkan dan operasi menjadi lebih aman.
Namun sayangnya bakteri dengan sangat mudah dapat beradaptasi. Mereka mampu berevolusi menjadi kebal terhadap obat yang kita gunakan. Proses ini disebut dengan resitensi antibiotik dan itu terjadi setiap saat. Penggunaan antibiotik yang berlebihan secara serius telah mempercepat proses ini.
Untuk alasan ini, sering kali lebih baik memberi tubuh Anda sedikit waktu untuk mencoba melawan bakteri tanpa obat. Tingkatkan kemampuan Anda dengan mengkonsumsi antibiotik alami dengan mengkonsumsi banyak buah, sayuran, kacang-kacangtan dan biji-bijian secara teratur.
Berikut 10 Antibiotik Alami yang ada disekitar Anda yang dapat Anda konsumsi setiap hari untuk menjaga kesehatan Anda.
1. Bawang Putih
Bawang Putih adalah makanan super yang sangat luar biasa yang tidak hanya digunakan sebagai antibiotik alami selama ribuan tahun tetapi juga memiliki sifat anti-virus, anti-jamur dan anti-mikroba. Hal ini disebabkan bawang putih banyak mengandung senyawa yang disebut allicin yang bermanfaat untuk melawan infeksi. Gunakan bawang putih yang telah dihaluskan atau dimasak ringan atau mentah untuk makanan harian Anda.
BACA JUGA : 10 Manfaat Mengkonsumsi Wortel Setiap Hari
2. Minyak Oregano
Oregano adalah antibiotik alami yang rasanya sangat enak, manfaat yang dikaitkan dengan konten carvacrol_nya. Anti biotik alami ini sangat baik untuk semua jenis infeksi bakteri terutama sangat baik digunakan untuk infeksi saluran pernafasan.
Untuk hasil yang lebih baik, Gunakan Minyak Oregano yang mengandung setidaknya 70% carvacrol. Produk ini juga anti jamur, Jadi Anda bisa menggunakanya secara khusus untuk penyakit kulit.
3. Cabe Rawit
Yang ini agak berlawanan dengan intuisi. karena biasanya kita disarankan dengan hal-hal yang lembut saat sakit. Tetapi sebenarnya cabe rawit pedas merupakan antibiotik dan anti jamur alami. Jadi Anda bisa menggunakannya untuk luka bakar untuk mempercepat penyembuhan penyakit.
Caranya adalah menghaluskan cabe rawit yang kemudian dicampur dengan minyak zaitun atau minyak kelapa. Sehingga Anda mendapatkan manfaatnya tanpa merusak jaringan halus.
4. Ekstrak Biji Jeruk Bali
Berhentilah membuang biji Jeruk Bali Anda karena ekstrak biji Jeruk Bali telah terbukti sama kuatnya dengan bahan aktif dalam sabun anti bakteri. Ekstrak biji Jeruk Bali secara internal dapat meringankan infeksi bakteri seperti kutil dan penvegahan penyakit menular lainnya.
5. Jahe
Jahe adalah bumbu yang sangat baik untuk dikonsumsi setiap
hari. Komponen aktifnya, Gingerol telah terbukti dapat mengurangi resiko Anda terkena kanker serta dapat mencegah masalah pada pencernaan. Selain itu Jahe juga telah lama digunakan sebagai antibiotik alami terutama terhadap patogen yang ditularkan melalui makanan. Jika Anda makan sedikit jahe saat makan, kemungkinan jatuh sakit, bahkan jika Anda terpapar salmonella, listeria atau campylobacter.
6. Kubis
Dalam banyak situasi, kecenderungan kubis dan sayuran lain dapat meledakan usus Anda dengan terlalu banyak gas. Tetapi ketika Anda mencoba untuk melawan bakteri, Kubis sangat dibutuhkan sebagai antibiotik alami untuk melawan bakteri.
Senyawa belerang dalam kubis memang menyebabkan gas, tetapi kubis juga sangat efektif untuk menghancurkan sel-sel berbahaya. Fungsi antibakteri dari kubis adalah sangat baik saat dimakan mentah.
7. Minyak Kelapa
Minyak kelapa telah disebut-sebut dalam beberapa tahun sebagai produk ajaib yang bagus untuk tubuh Anda di dalam dan di luar. Namun sebenarnya minyak kelapa sarat dengan antioksidan dan memiliki karasteristik anti-jamur dan anti-mikroba. Penggunaan sederhana juga dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Akan tetapi lemak jenuhnya sangat tinggi, jadi yang terbaik adalah dengan menggunakan minyak.
8. Cuka Sari Apel
Cuka Sari Apel adalah salah satu antibiotik alami yang bermanfaat untuk membunuh bakteri. Selain itu cuka sari apel juga bermanfaat dalam penurunan berat badan hingga pencegahan kanker. Kandungan ACV pada Cuka Sari Apel dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Karena zat ACV memiliki kemampuan antibiotik dan antiseptik alami. Jadi apakah Anda ingin meminumnya setiap hati atau tidak? Itu adalah pilihan terbaik ketika Anda sedang menghadapi cuaca yang ekstrim.
9. Ekstrak Myrrh
Ekstrak Myrrh adalah bumbu yang Anda kenali dari kisah alkitabiah tentang kelahitan Yesus. Hal ini akan memberikan gambaran berapa lama orang tahu bahwa itu adalah obat yang sangat efektif.
Baru-baru ini sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2000 menegaskan bahwa myrrh mampu memerangi bakteri seperti E. coli, staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa dan Candida albicans. Minyak Myrrh banyak tersedia di toko obat, apotek, pedagang grosir dan juga di toko online.
10. Ekstrak Daun Zaitun
Bukan saja Zaitun dan minyaknya saja yang menawarkan banyak manfaat untuk kesehatan, Daun pohon zaitun mudah didapat di sekitar rumah Anda, Ekstrak Daun Zaitun telah digunakan sebagai peredam demam alami sejak tahun 1800-an. Daun ini ditemukan untuk mengobati penyakit malaria dan baru-baru ini para peneliti menemukan bahwa daun zaitun mengandung asam elenolik yang berfungsi sebagai antibiotik alami yang dapat membunuh bakteri, virus dan jamur.
BACA JUGA : 10 Manfaat Buah Semangka Untuk Penyakit
Kesimpulannya adalah resistensi antibiotik bukanlah lelucon, tetapi Anda dapat melakukan bagian Anda untuk memperlambatnya dengan menggunakan alternatif antibiotik alami bila memungkinkan. Memasukkan setidaknya satu per hari dari 10 antibiotik alami diatas kedalam rutinitas Anda dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda dan menghentikan bakteri di dalam tubuh Anda.
Dengan mengkonsumsi salah satu dari 10 antibiotik alami ini bukan berarti Anda harus melupakan antibiotik yang resepkan oleh dokter, tetapi itu akan membuat infeksi Anda lebih mudah untuk di obati saat diperl
ukan.
sumber:hhdrresearch.org

Share

Recent Posts

  • Uncategorized

Panduan Pemula untuk Bekerja di Panti Jompo

Panti jompo menjadi new normal. Pada tahun 2050, populasi 65+ AS akan berlipat ganda dari…

2 bulan ago
  • Uncategorized

Diagnosis Online Bagaimana Perawat Dapat Menguraikan Ketakutan Dari Fakta

Anda kehilangan suara Anda, kepala Anda sakit dan ada sensasi berdenyut aneh di sisi Anda.…

2 bulan ago
  • Uncategorized

Debat Keperawatan Shift 8 Jam vs. Shift 12 Jam

Ada keluarga Hatfield dan McCoy. Hiu dan Jet. Yankee dan Red Sox. Dan kemudian ada…

2 bulan ago
  • Uncategorized

Kursus Singkat dalam Keselamatan Pasien 6 Hal yang Perlu Diketahui Perawat Baru

Setiap tahun, sejumlah besar pasien meninggal akibat kesalahan medis yang dialami di rumah sakit. Faktanya,…

2 bulan ago
  • Uncategorized

Apa itu Keperawatan Holistik? Penyembuhan Dari Dalam Ke Luar

Hampir semua orang memiliki gagasan tentang apa yang dilakukan perawat—mereka membantu pasien mengobati dan menghindari…

2 bulan ago
  • Uncategorized

Apa yang Dapat Anda Lakukan dengan Gelar Associate dalam Keperawatan?

Pada titik ini dalam hidup Anda, Anda mungkin mempertimbangkan untuk menjadi seorang perawat. Anda telah…

2 bulan ago

This website uses cookies.