Categories: obat kanker

Obat Kanker? : Total Parentral Nutrition


1.     
Definisi

Total Parentral Nutrition merupakan
suatu bentuk nutrisi yang diberikan langsung melalui pembuluhdarah (IV) tanpa
melalui saluran pencernaan yang dapat mengandung; garam, glukosa, asam amino,
lipid dan menambahkan vitamin.

2.     
Keuntungan
dan Kerugian Obat Parentral

Keuntungan:

a.       Obat
memiliki onset (mula kerja) yang cepat.

b.      Efek
obat dapat diramalkan dengan pasti

c.       Bioavailabilitas
sempurna atau hamper sempurna

d.      Kerusakan
obat dalam tractus gastrointestinalis dapat dihindarkan

e.       Obat
dapat diberikan kepada penderita yang sakit keras atau yang sedang dalam
keadaan koma.

Kerugian:

a.       Rasa
pada saat disuntik, apalagi kalau harus diberikan berulang kali.

b.      Memberikan
efek psikologis pada penderita yang takut disuntik.

c.       Kekeliruan
pemberian obat atau dosis hampir tidak mungkin diperbaiki, terutama sesudah
pemberian intravena.

d.      Obat
hanya dapat diberikan  kepada penderita
di rumah sakit atau di tempat praktik dokter oleh dokter dan perawat yang
kompeten.

3.     
Persyaratan
Sediaan Parentral

a.       Sesuai
antara kandungan bahan obat yang ada di dalam sediaan dengan pernyataan
tertulis pada etiket dan tidak terjadi pengurangan kualitas selama penimpanan
akibat perusakan obat secara kimiawi dan lain sebagainya.

b.      Penggunaan
wadah yang cocok, sehingga tidak hanya memungkinkan sediaan tetap steril,
tetapi juga mencegah terjadinyaa interaksi antara bahan obat dan material
dinding wadah.

c.       Tersatukan
tanpa terjadi reaksi.

d.      Bebas
kuman

e.       Bebas
pirogen

f.       Isotonis

g.      Isohidris

h.      Bebas
partikel melayang.

4.     
Cara
Pemberian dan Absorbsi Obat Parentral

A.    Subkutan
atau di bawah kulit (s.c.)

yaitu
disuntikannya obat ke dalam tubuh melalui bagian yang sedikit lemaknya dan
masuk ke dalam jaringan di bawah kulit, dimana 
volume yang diberikan tidak lebih dari 1 ml.

Absorpsinya
dapat dipercepat dengan memberikan Hyaluronidase
yang merupakan suatu enzim yang dapat merusak mukopolisakarida dari matriks
jaringan ikat yang mengakibatkan penyebaran obat terlarut dan mempercepat
absorbsi.

Sebaliknya,
absorpsi obat dapat diperlambat dengan penambahan adrenalin (ephinefrin) karena
terjadi kontriksi pembuluh darah oleh adrenalin.

B.     Intramuskular
(i.m.)

yaitu
disuntikannya obat ke dalam jaringan otot, yang pada umumnya di otot paha atau
pantat.

Kecepatan
absorpsi tergantung pada vaskularitas tempat suntikan dengan kecepatan darah
antara 0,02-0,07 ml/menit. Molekul kecil langsung diabsorpsi ke dalam kapiler,
sedangkan molekul yang besar masuk ke sirkulasi melalui saluran getah bening.

C.     Intravena
(i.v.)

yaitu
disuntikannya obat ke dalam pembuluh darah dan obat langsung masuk ke peredaran
sistemik dan didistribusikan ke seluruh tubuh.

                        Cara-cara pemberian
intravena:

·        
Secara bolus, yaitu injeksi diberikan secara
langsung dengan kadar tinggi dan pada waktu yang pendek.

·        
Secara intermitant infus, yaitu injeksi
intravena diberikan melalui infus dengan periode waktu pemberian 20 menit
sampai 4 jam dalam sehari.

·        
Secara continous infus, yaitu injeksi intravena
melalui infus dengan waktu pemberian lebih dari 6 jam sampai 24 jam.

D.    Cara
parentral lainnya:

§  Intraspinal,
yaitu disuntikan ke dalam sumsum tulang belakang.

§  Peritoneal,
yaitu disuntikan ke dalam rongga perut.

§  Intraartikular,
yaitu disuntikkan ke dalam sendi.

§  Intradermal,
yaitu disuntikan ke dalam kulit (epidermis) yang biasanya pada bagian dalam
lengan bawah dengan volume hanya 0,1 ml

5.     
Farmakokinetik
Obat Parentral

1.      Absorpsi

Obat-obat
yang disuntikan secara ekstravaskular (i.m, s.c, i.p) mengalami absorpsi,
sedangkan secara i.v. tidak mengalami absorpsi. Molekul obat diabsorpsi dalam
bentuk bebas (tidak terikat atau teragregasi dengan zat lain) dan utuh dari
jaringan ke dalam darah atau peredaran sistemik.

Absorpsi
merupakan langkah pertama dimana obat memberikan efek terapeutik, apabila
mencapai kadar minimal (MEC) dalam darah atau plasma. Kecepatan absorpsi
mempengaruhi cepat atau lambatnya obat mencapai kadar MEC, yang merupakan mula
kerja obat ( onset of action). Kadar obat dalam darah terus naim sampai
mencapai puncak, yang merupakan konsentrasi maksimum yang dicapai Cmaks.

Waktu
yang diperlukan untuk mencapai Cmaks tergantung pada kecepatan dan
waktu yang disebut tmaks. Obat akan berangsur-angsur mengalami
eliminasi dengan cara ekskresi atau biotransformasi atau kombinasi keduanya.

2.      Distribusi

Pada
pemberian intravaskular, obat langsung masuk ke dalam peredaran darah. Bila
pemberian ekstravaskular, molekul obat bercampur dengan cairan tubuh atau
jaringan, lalu masuk ke dalam peredaran darah kemudian didistribusikan ke
jaringan tempat obat bekerja dan berinteraksi dengan reseptor-reseptornya.

            Distribusi merupakan mula kerja
obat. Efek atau respons farmakologis atau respons klinis sangat dipengaruhi
oleh distribusi obat.

3.      Metabolisme

Terbentuknya
senyawa yang lebih polar dan lebih mudah larut dalam air menyebabkan aktivitas
farmakologis senyawa berkurang serta cepat di ekskresi tubuh. Pada umumnya ,
produk metabolit suatu obat kurang toksik dari produk induknya, sehingga
metabolisme obat disebut dengan detoksifikasi obat. Tempat utama metabolisme
obat parentral ialah di hati, tetapi dapat juga terjadi di ginjal dan jaringan
otot.

4.      Ekskresi

Molekul
obat yang masuk ke dalam tubuh dikeluarkan kembali melalui beberapa saluran
bersama dengan berbagai cairan tubuh. Ginjal merupakan organ utama untuk
mengeliminasi obat bersama urin. Organ lain yang dapat mengeksresikan obat yaitu;
empedu, paru, air ludah, ASI dan kulit.

TPN diberikan
kepada orang dewasa dengan kasus-kasus seperti:

Ø  Sebelum
atau sesudah operasi berat

Ø  Keadaan
yang membahayakan jiwa

misalny: kanker, tetapi
bukan di saat operasi

Ø  Penyakit
pada usus ( di belakang pinggul)

Ø  Pankreastitis

Ø  Trauma
berat (psikis)

misalnya: kecelakaan

Ø  Luka
bakar

Ø  Serangan
dari mikroorganisme karena kondisi tubuh melemah

Ø  Gagal
ginjal dan gagal hati

Ø  Masalah
berat pada usus.

Pada pemberian
TPN ini dapat juga menimbulkan beberapa efek samping (side of effect):

·        
Sariawan                                                         

·        
Perubahan kulit

·        
Demam atau menggigil

·        
Sakit perut

·        
Sesak nafas

·        
Penambahan BB yang
cepat atau rugi

·        
Kesemutan di tangan
atau di kaki

·        
Reflex gelisah

·        
Kejang-kejang, dll.     


Share

Recent Posts

  • Uncategorized

Panduan Pemula untuk Bekerja di Panti Jompo

Panti jompo menjadi new normal. Pada tahun 2050, populasi 65+ AS akan berlipat ganda dari…

2 bulan ago
  • Uncategorized

Diagnosis Online Bagaimana Perawat Dapat Menguraikan Ketakutan Dari Fakta

Anda kehilangan suara Anda, kepala Anda sakit dan ada sensasi berdenyut aneh di sisi Anda.…

2 bulan ago
  • Uncategorized

Debat Keperawatan Shift 8 Jam vs. Shift 12 Jam

Ada keluarga Hatfield dan McCoy. Hiu dan Jet. Yankee dan Red Sox. Dan kemudian ada…

2 bulan ago
  • Uncategorized

Kursus Singkat dalam Keselamatan Pasien 6 Hal yang Perlu Diketahui Perawat Baru

Setiap tahun, sejumlah besar pasien meninggal akibat kesalahan medis yang dialami di rumah sakit. Faktanya,…

2 bulan ago
  • Uncategorized

Apa itu Keperawatan Holistik? Penyembuhan Dari Dalam Ke Luar

Hampir semua orang memiliki gagasan tentang apa yang dilakukan perawat—mereka membantu pasien mengobati dan menghindari…

2 bulan ago
  • Uncategorized

Apa yang Dapat Anda Lakukan dengan Gelar Associate dalam Keperawatan?

Pada titik ini dalam hidup Anda, Anda mungkin mempertimbangkan untuk menjadi seorang perawat. Anda telah…

2 bulan ago

This website uses cookies.