Categories: obat kanker

Pengertian bakteri NEISSERIA MENINGITIS serta tanda-tanda dan gejala

Karakteristik dari N. 

meningitidis adalah aerobik dan berbentuk diplokokus. Bakteri ini dapat menghasilkan kapsul polisakarida dan enzim oksidase. Penyebaran bakteri ini umumnya melalui pernapasan atau respirasi. Endotoksin  yang dihasilkan N. meningitidis dapat masuk ke dalam pembuluh darah dan menyebabkan pendarahan akibat kerusakan pembuluh darah. Untuk mengatasi infeksi bakteri ini, dapat digunakan antibiotik penisilin atau sefalosporin. Dari 13 serogroup (kelompok berdasarkan antigen yang dihasilkan) N. meningitidis yang telah ditemukan (dinamakan A, B, C, D, E, H, I, K, L, W-135, X, Y, dan Z), serogrup yang umumnya menyebabkan infeksi adalah A, B, C, 29E, dan W-135.


Klasifikasi
Kerajaan: Bacteria
filum      : Proteobacteria
kelas      : Beta Proteobacteria
ordo      : Neisseriales
famili      : Neisseriaceae
genus     : Neisseria
spesies   : Neisseria meningitidis


Meningitis adalah radang pada membran pelindung yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuan disebut meningen. Radang dapat disebabkan oleh infeksi oleh virus, bakteri, atau juga mikroorganisme lain, dan walaupun jarang dapat disebabkan oleh obat tertentu. Meningitis dapat menyebabkan kematian karena radang yang terjadi di otak dan sumsum tulang belakang; sehingga kondisi ini diklasifikasikan sebagai  kedaruratan medis. Gejala umum dari meningitis adalah sakit kepala dan leher kaku disertai oleh demam, kebingungan atau perubahan kesadaran, muntah, dan kepekaan terhadap cahaya (fotobia) atau suara keras (fonofobia). Anak-anak biasanya hanya menunjukkan gejala nonspesifik, seperti lekas marah dan mengantuk. Adanya ruam merah dapat memberikan petunjuk penyebab dari meningitis; contohnya, meningitis yang disebabkan oleh bakteri meningokokus dapat ditunjukkan oleh adanya ruam merah.


Tindakan punksi lumbal dilakukan untuk mendiagnosa ada tidaknya meningitis. Jarum dimasukkan ke dalam kanalis spinalis untuk mengambil sampel Liquor serebrospinalis (LCS), yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang. LCS diperiksa di laboratorium medis. Penanganan pertama pada meningitis akut terdiri dari pemberian secara tepat berbagai antibiotik dan kadang-kadang obat anti virus. Kortikosteroid juga dapat digunakan untuk mencegah terjadinya komplikasi karena radang yang berlebihan. Meningitis dapat mengakibatkan konsekuensi jangka panjang seperti ketulian, epilepsi, hidrosefalus dan defisit, terutama bila tidak dirawat dengan cepat. Beberapa jenis meningitis (misalnya yang berhubungan dengan meningokokus, haemofilus influenza Type B,pneumokokus atau infeksi virus mumps) dapat dicegah oleh imunisasi.

TANDA-TANDA DAN GEJALA

Gejala Klinis

Pada orang dewasa, gejala meningitis
yang paling sering adalah sakit kepala hebat, yang terjadi pada hampir 90%
kasus meningitis bakterial, diikuti oleh kaku kuduk (ketidakmampuan untuk
menggerakkan leher ke depan karena terjadi peningkatan tonus otot leher dan
kekakuan). Triad klasik dari tanda-tanda meningitis adalah kaku kuduk, demam
tinggi tiba-tiba, dan perubahan status mental; namun, ketiga ciri-ciri ini
hanya muncul pada 44–46% kasus meningitis bakteri. Jika tidak terdapat satu pun
dari ketiga gejala tersebut, dapat dikatakan bukan meningitis. Ciri lain yang
dihubungkan dengan meningitis termasuk fotofobia (intoleransi terhadap cahaya
terang) dan fonofobia (intoleransi terhadap suara keras). Pada anak kecil,
gejala yang telah disebutkan di atas seringkali tidak tampak, dan dapat hanya
berupa rewel dan kelihatan tidak sehat. Ubun-ubun (bagian lembut di bagian atas
kepala bayi) dapat menonjol pada bayi berusia hingga 6 bulan. Ciri lain
yang membedakan meningitis dari penyakit lain yang tidak berbahaya pada anak
adalah nyeri kaki, kaki-tangan yang dingin, dan warna kulitabnormal.
 

Kaku kuduk terjadi pada 70% pasien
meningitis bakteri pada dewasa.Tanda lain dari meningismus adalah “Kernig’s
sign” atau “Brudzinski sign” yang positif. Untuk pemeriksaan “Kernig’s
sign” pasien dibaringkan telentang, dengan panggul dan lutut difleksikan membuat
sudut 90 derajat. Pada pasien dengan “Kernig’s sign” yang positif,
rasa nyeri akan membatasi ekstensi lutut secara pasif. Tanda
“Brudzinski” positif apabila fleksi pada leher menyebabkan fleksi
pada lutut dan panggul secara involunter. Meskipun “Kernig’s sign”
dan “Brudzinski’s sign” sering digunakan untuk menegakkan diagnosis
meningitis, sensitivitas kedua pemeriksaan ini terbatas. Walaupun demikian,
kedua pemeriksaan ini mempunyai spesifitas yang baik untuk meningitis: tanda
ini jarang ada pada penyakit lain. Pemeriksaan lain, yang dikenal sebagai
“jolt accentuation maneuver” membantu menentukan apakah terdapat
meningitis pada pasien yang mengeluh demam dan sakit kepala. Orang tersebut
diminta untuk memutar kepalanya ke arah horizontal dengan cepat; jika sakit
kepala tidak bertambah buruk, artinya bukan meningitis.

  

Meningitis yang disebabkan oleh
bakteri Neisseria meningitidis (dikenal
sebagai “meningitis meningokokus”) dapat dibedakan dengan jenis
meningitis lain apabila ruam
ruam petechial menyebar dengan cepat, yang dapat
timbul sebelum timbul gejala lain. Ruam ini berupa bintik kecil dan banyak,
tidak beraturan berwarna merah atau ungu (“petechiae”) di badan ,
anggota badan bagian bawah, membran
mukosa, konjungtiva, dan (kadang-kadang) telapak tangan dan telapak kaki. Ruam
biasanya tidak memucat; warna merahnya tidak memudar saat ditekan dengan jari
atau batang gelas. Walaupun ruam tidak selalu timbul pada meningitis
meningokokus, ruam ini cukup spesifik untuk meningitis meningokokus; namun ruam
kadang-kadang juga dapat timbul pada meningitis yang disebabkan oleh bakteri
lain. Ciri lain yang dapat membantu menentukan penyebab meningitis adalah tanda
pada kulit yang disebabkan oleh
penyakit tangan, kaki dan mulut dan herpes genitalis, yang keduanya berhubungan dengan
beberapa bentuk meningitis virus. 

Komplikasi Dini 

Charlotte Cleverley-Bisman menderita meningitis meningokokus yang parah ketika masih anak-anak, pada kasusnya, ruam petechial memburuk menjadi gangren sehingga semua anggota badannya harus diamputasi. Dia berhasil sembuh dan gambarnya dipasang pada kampanye vaksinasi meningitis di Selandia Baru.


Masalah lain dapat muncul pada tahap awal perjalanan penyakit. Hal ini memerlukan tata laksana khusus, dan kadang-kadang merupakan petunjuk penyakit yang berat atau prognosis yang lebih jelek. Infeksi dapat memicu sepsis, suatu sindrom respons radang sistemik dimana terjadi penurunan tekanan darah, denyut jantung cepat, suhu tubuh abnormal yang tinggi atau rendah, dan peningkatan laju napas. Tekanan darah yang sangat rendah dapat muncul pada tahap awal, khususnya namun tidak eksklusif pada meningitis meningokokus; yang akan mengakibatkan kurangnya suplai darah bagi organ lain. Koagulasi intravaskular diseminata, yang merupakan aktivasi berlebihan dari pembekuan darah, dapat mengobstruksi aliran darah ke organ dan secara paradoks meningkatkan risiko pendarahan. Gangren pada anggota badan terjadi pada pasien penyakit meningokokus. :Infeksi meningokokus dan pneumokokus dapat menyebabkan perdarahan kelenjar adrenal, sehingga menyebabkan sindrom Waterhouse-Friderichsen, yang seringkali mematikan. 


Dengan jaringan otak membengkak, tekanan di dalam tengkorak akan meningkat dan otak yang membengkak dapat mengalami herniasi melalui dasar tengkorak. Hal ini terlihat dari menurunnya kesadaran, hilangnya refleks pupil terhadap cahaya, dan postur tubuh abnormal. Terjadinya ini pada jaringan otak juga dapat menyumbat aliran normal LCS di otak (hidrosefalus). Kejang dapat terjadi karena berbagai penyebab; pada anak, kejang biasanya terjadi pada tahap awal meningitis (30% kasus) dan tidak selalu menunjukkan adanya penyakit yang mendasari. Kejang disebabkan oleh peningkatan tekanan dan luasan daerah radang di otak. Kejang parsial (kejang yang melibatkan salah satu anggota badan atau sebagian tubuh), kejang terus menerus, kejang pada orang dewasa dan yang sulit terkontrol dengan pemberian obat menunjukkan luaran jangka panjang yang lebih buruk. 


Radang meningen dapat menyebabkan abnormallitas pada saraf kranial, kelompok saraf yang berasal dari batang otak yang mensuplai kepala dan leher dan mengontrol, dari berbagai fungsi diantaranya, gerakan mata, otot wajah, dan fungsi pendengaran. Gangguan penglihatan dan tuli dapat menetap setelah episode meningitis. Radang pada otak (ensefalitis) atau pembuluh darahnya (vaskulitis serebral), dan juga pembentukan bekuan darah pada vena (penyumbatan vena serebral), dapat menyebabkan kelemahan, hilangnya sensasi, atau gerakan dan fungsi berbagai bagian tubuh yang abnormal, yang disuplai oleh bagian otak yang terkena.

Demikian Pengertian bakteri NEISSERIA MENINGITIS serta tanda-tanda dan gejala. 
Semoga bermanfaat dan dapat membantu dalam tugas atau pekerjaan anda. sekian
Terima kasih 🙂
 

Share

Recent Posts

  • Uncategorized

Panduan Pemula untuk Bekerja di Panti Jompo

Panti jompo menjadi new normal. Pada tahun 2050, populasi 65+ AS akan berlipat ganda dari…

2 bulan ago
  • Uncategorized

Diagnosis Online Bagaimana Perawat Dapat Menguraikan Ketakutan Dari Fakta

Anda kehilangan suara Anda, kepala Anda sakit dan ada sensasi berdenyut aneh di sisi Anda.…

2 bulan ago
  • Uncategorized

Debat Keperawatan Shift 8 Jam vs. Shift 12 Jam

Ada keluarga Hatfield dan McCoy. Hiu dan Jet. Yankee dan Red Sox. Dan kemudian ada…

2 bulan ago
  • Uncategorized

Kursus Singkat dalam Keselamatan Pasien 6 Hal yang Perlu Diketahui Perawat Baru

Setiap tahun, sejumlah besar pasien meninggal akibat kesalahan medis yang dialami di rumah sakit. Faktanya,…

2 bulan ago
  • Uncategorized

Apa itu Keperawatan Holistik? Penyembuhan Dari Dalam Ke Luar

Hampir semua orang memiliki gagasan tentang apa yang dilakukan perawat—mereka membantu pasien mengobati dan menghindari…

2 bulan ago
  • Uncategorized

Apa yang Dapat Anda Lakukan dengan Gelar Associate dalam Keperawatan?

Pada titik ini dalam hidup Anda, Anda mungkin mempertimbangkan untuk menjadi seorang perawat. Anda telah…

2 bulan ago

This website uses cookies.